efek

by http://www.GugusVSukawangi.blogspot.com
SUSUNAN PENGURUS KKG 05 SUKAWANGI : KETUA : NANDANG , S.Pd BENDAHARA : ACEP.HB, S.Pd Sekretaris : ahmad Julia, S.Pd , GURU PEMNDU 1. DADANG ROHMAN, 2 ACEP HB,S.Pd 3. SUTARTO, S.Pd# KEGIATAN : Pelaksanaan Pertemuan KKG (ON Service Pertm 1,dan 2 : Penilaian Kinerja Guru ,Pertemuan 3: Pengembangan Keprofesional Berkelanjutan, , Pertm 4 :Program Induksi Guru Pemula (PIGP), Pertm 5 Kajian Kritis, Prtm 6 Model-model Pembelajaran, Pertm 7 Silabus dan RPP Berkarakter Bangsa, Pertm 8: Observasi / Melakukan study visit ke sekolah model /kelompok kerja di dalam kabupaten /kota sendiri, Pertm 9: PTK 1 (perencanaan) , Pertm 10: ICT 1, Pertm 11 PTK 2 ( pelaksanaan tindakan ), Pertm 12 :ICT 2 , Pertm 13 : PTK 3, Pertm 14 Penilaian dan Penyusunan soal Pertm 11( Laporan )
" Welcome To Gugus V Sukawangi Alamat : Sukawangi Kecamatan Sukamakmur Kab.Bogor Massage to : E-mail : gugusVsukawangi@gmail.com Phone Call : 081510737372 See Meet Again ! some times"

Kamis, 26 Januari 2012

Training Needs Analysis/TNA


ANALISIS KEBUTUHAN DIKLAT (Training Needs Analysis/TNA)
Dalam rangka meningkatkan kualitas pengelolaan program pendidikan dan pelatihan (diklat) proram BERMUTU, maka salah satu prasyarat yang perlu dipedomani adalah melakukan prinsip-prinsip diklat dengan menerapkan pendekatan sistem melalui penerapan manajemen diklat yang efektif dan efisien, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, penyelenggaraan, pembiayaan sampai kepada monitoring dan evaluasi.
Sebagai tahap awal dalam perencanaan diklat adalah melakukan analisis kebutuhan diklat (Training Needs Analysis) dengan mengidentifikasi dan mengukur adanya kesenjangan kemampuan yang secara nyata dikuasai anggota kelompok kerja dan pemangku kepentingan bidang pendidikan. Hasil dari analisis kebutuhan diklat tersebut selanjutnya menjadi acuan dalam menyusun desain program diklat dalam implementasi program BERMUTU mulai dari penetapan tujuan pelatihan, penetapan kurikulum/silabi, penetapan metode, penetapan peserta dan tenaga pengajar, strategi, evaluasi, maupun sarana dan prasana yang diperlukan. Dengan demikian dapat diharapkan program diklat yang diselenggarakan benar-benar merupakan proses transformasi untuk mengembangkan guru/ kepala sekolah/pengawas sekolah  menjadi profesional, memiliki pengetahuan, sikap atau nilai – etika guru berikut keahlian yang diperlukan dalam meningkatkan kinerja guru/kepala sekolah/pengawas sekolah. Untuk itu kegiatan evaluasi terhadap program, diklat menjadi penting untuk dilakukan sehingga dapat diketahui proses ketercapaian dan hasil tujuan/pelaksanaan sebuah program diklat. Hasil evaluasi tersebut selanjutnya dapat menjadi umpan balik dalam penyusunan rencana program diklat program BERMUTU selanjutnya. 
Di lain pihak, pada saat ini umumnya kegiatan analisis kebutuhan diklat dilakukan melalui perkiraan dan mengacu pada perencanaan diklat sebelumnya, sehingga perencanaan diklat yang dilakukan masih sekedar berorientasi untuk menghabiskan DBL. Sedangkan kegiatan evaluasi diklat yang dilaksanakan hanya evaluasi proses yang dilakukan selama diklat berlangsung, sehingga terkesan hanya bersifat formalitas.  Belum optimalnya penerapan manajemen program BERMUTU yang efektif dan efisien  tersebut disebabkan kurangnya koordinasi para pengelola program BERMUTU tentang manajemen diklat sehingga berbagai kegiatan dalam on-service hanya terfokus pada aspek penyelenggaraannya.
Kegiatan analisis kebutuhan diklat dan kegiatan evaluasi belum optimal. Di samping itu pelaksana pengelola diklat program BERMUTU masih belum saling mendukung, kurangnya koordinasi antar kelompok kerja dalam pengelolaan diklat,  dan alokasi anggaran yang terserap sepenuhnya pada aspek penyelenggaraan.  Oleh karena itu, untuk mewujudkan penerapan program BERMUTU sangat dibutuhkan kegiatan TNA sebagai wadah untuk mengidentifikasi dan menentukan kebutuhan Diklat  sesuai dengan kebutuhan individu, kelompok kerja, kecamatan, dan kabupaten/kota. Konsekuensi logisnya  adalah perlunya pengembangan pengelola program BERMUTU sehingga masing-masing  tahap dalam implementasinya terangkum secara ilmiah yang diikuti  dengan ketersediaan  fasilitator yang memadai, peningkatan kemampuan para penyusun  program di masing- masing kelompok kerja, serta alokasi  DBL yang proporsional untuk masing-masing kegiatan Diklat dalam implementasi program BERMUTU.
Training Need Analysis adalah suatu investigasi sistematik mengenai ketidaksesuaian kinerja untuk menggambarkan kesenjangan, menetapkan mengapa itu terjadi, dan memutuskan apakah diklat merupakan solusi potensial.  Training Need Analysis merupakan penentuan perbedaan antara keadaan yang nyata (actual condition) (what is) dan kondisi yang diinginkan (what should be) dalam kinerja sumber daya manusia dalam suatu organisasi atau kelompok organisasi dalam pengertian, pengetahuan, keterampilan dan sikap.  Proses TNA   berisikan langkah-langkah sebagai berikut: (1) mengidentifikasi dan menggambarkan kesenjangan pelaksanaan pekerjaan; (2) menentukan sebab-sebab kesenjangan; (3) mengidentifikasi kesenjangan pelaksanaan kerja yang didasarkan kepada kurangnya pengetahuan dan keterampilan; (4) menentukan apakah diklat adalah solusi yang memungkinkan; (5) rekomendasi solusi; dan (6) menggambarkan tentang peran atau pelaksanaan tugas.
Fungsi khusus dari TNA adalah menganalisis kesenjangan lingkungan pelaksanaan pekerjaan yang mencakup: (1) lingkungan fisik ; (2) sistem balikan; (3) faktor motivasi/insentif;  dan (4) desain pekerjaan/organisasi serta tingkat keterampilan dan pengetahuan di antara guru/ kepala sekolah/ pengawas sekolah.   Beberapa contoh pertanyaan untuk melakukan analisis kesenjangan di antaranya adalah kinerja apa yang mengalami kesenjangan :
·         Apakah input PBM?
·         Apakah output PBM?
·         Apakah kompetensi guru/ kepala sekolah/ pengawas sekolah?

Melakukan penelitian kesenjangan pada umumnya berisikan tentang cara menentukan secara tepat apa kesenjangan itu, yaitu dengan melakukan investigasi melalui  wawancara, observasi dan studi dokumen terhadap obyek sumber data yang menyediakan adanya bukti dan sifat kesenjangan, serta subyek sumber data yang memberikan pengertian, termasuk wawancara, kuesioner, dan kritikal insiden.  Data dapat diperoleh melalui pengamatan terhadap outcome kinerja dan catatan hasil kerja, sumber data meliputi :  output pekerjaan yang nyata, bukti-bukti PBM, keluhan stakeholder ( siswa, teman sejawat, kepala sekolah, pengawas sekolah, orang tua siswa dan Dinas Pendidikan ), presensi, dan catatan kuantitatif lainnya tentang pelaksanaan PBM.   
Penelitian terhadap penyebab kesenjangan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: (1) menentukan sebab-sebab utama adanya kesenjangan kompetensi guru/ kepala sekolah/ pengawas sekolah, (2) menguji setiap dan semua dokumen sebab-sebab kesenjangan  kompetensi guru/ kepala sekolah/ pengawas sekolah, (3) tujuan sekolah, (4) metode dan prosedur , (5) uraian pekerjaan/tugas,  (6) sistem dokumentasi , dan (7) keluhan dari lapangan serta studi tentang kopetensi guru/kepala sekolah/ pengawas sekolah.   
III. PENGELOLAAN TNA
A. Persiapan TNA
Persiapan kegiatan untuk TNA dimulai dengan penyiapan instrumen.  Hal lain yang harus dipersiapkan juga adalah sasaran yang akan mengikuti kegiatan TNA, petugas yang akan memfasilitasi kegiatan TNA, waktu pengisian instrumen, tempat pengisian instrumen dan tatacara pengisian instrumen yang telah disiapkan.
Kegiatan ini dimaksudkan untuk pengembangan keterampilan dan pembiasaan pengambilan keputusan berdasarkan kriteria ilmiah, yaitu melakukan analisis kesenjangan kompetensi dari kompetensi ideal (sesuai dengan peraturan dan standar kompetensi yang berlaku) terhadap kompetensi yang dikuasai saat ini.
Instrumen yang digunakan adalah sebagai berikut:
FORMAT TRAINING NEEDS ASESSMENT
UNTUK GURU/ KEPALA SEKOLAH/PENGAWAS SEKOLAH (INDIVIDUAL)
Nama                            :
Besar Sampel               :
Lokasi                           :
Tanggal Pengisian        :

NO

Kompetensi*
Tingkat Pengusaan Materi (%)
0
10
20
30
40
50
60
70
80
90
100
1












2












3












4












5












6












7












8












9












10












11












12











`
13












14












Keterangan: 
·  Sesuai dengan subkompetensi dalam Permendiknas  16, 13 dan 12 atau Peraturan Menteri terbaru serta petunjuk teknis yang dikeluarkan oleh Dirjen terkait

……………..,tanggal......................

Guru/Kepala Sekolah/Pengawas Sekolah Ybs.


 (.................................)



B. Pengumpulan Data
Pengisian instrument dilakukan dengan cara memberikan tanda cek/check list (v) pada kolom tingkat penguasaan materi (%) masing-masing subkompetensi.  Langkah kerja selanjutnya adalah sebagai berikut:
1.  Semua anggota kelompok kerja berkumpul, tujuannya adalah untuk mengetahui tentang permasalahan yang terjadi pada kelompok kerja dan ingin mengetahui mengapa TNA diperlukan.
2.  Bagikan lembar instrumen Format TNA 01 kepada masing-masing anggota kelompok kerja.
3.  Lakukan pengisian instrumen dengan cara memberikan tanda cek/ check list (V) terhadap prediksi tingkat penguasaan materi pada setiap subkompetensi guru/kepala sekolah/ pangawas sekolah sesuai dengan standar kompetensi guru (Permendikas nomor 16 tahun 2007), kepala sekolah (Permendikas Nomor 13 Tahun 2007) dan pengawas sekolah (Permendiknas Nomor 12 tahun 2007).  Instrumen harus diisi secara jujur dan obyektif.
4.  Lakukan review terhadap pengisian instrumen minimal oleh 1 (satu) anggota lain yang masih termasuk dalam anggota kelompok kerja  tersebut.
5.  Lakukan survei terhadap beberapa sampel hasil pengisian instrumen untuk memastikan bahwa semua anggota mempunyai pemahaman yang sama terhadap tingkat penguasaan materi kompetensi.
6.  Kumpulkan semua instrumen FORMAT TNA 01.
C. Pengolahan, Analisis, dan Interpretasi Data
Pengolahan, analisis dan interpretasi data dilakukan melalui langkah kerja berikut:
1.  Kumpulkan semua instrumen yang telah diisi.
2.  Lakukan rekapitulasi penilaian (assessment) terhadap semua data hasil Training Need Assesment guru/kepala sekolah/ pengawas sekolah menjadi TNA (Training Need Analysis) seperti yang tercantum dalam Format TNA 01,02 dan 03. 
3.  Hitunglah nilai total dan rata-ratanya.
1.  Lakukan klasifikasi nilai setiap sub kompetensi guru/kepala sekolah/pengawas sekolah dengan interpretasi katagori data sebagai berikut:

No

Kategori Mata Diklat
% Rata-Rata Penguasaan Peserta
1
Must Know         :  Harus Diketahui
0 – 40
2
Should Know      : Sebaiknya Diketahui
41 – 79
3
Nice to Know : Ada Baiknya Diketahui
80 – 100

Contoh hasil pengumpulan data, pengolahan data, analisis data dan interpretasi data.

Format: TNA 01
Contoh hasil pengisian instrumen
FORMAT TRAINING NEEDS ASESSMENT
UNTUK GURU (INDIVIDUAL)

Nama Guru              : Doremi
Nomor Sampel         : 12
Lokasi                     : KKG Kuntum Mekar
Tanggal Pengisian    : 22 Juni 2010
No
Kompetensi Guru
Tingkat Penguasaan Materi (%)
0
10
20
30
40
50
60
70
80
90
100
1
Menguasai Karakteristik peserta didik










2
Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik










3
Pengembangan kurikulum










4
Kegiatan pembelajaran yang mendidik










5
Pengembangan potensi peserta didik










6
Komunikasi dengan peserta didik










7
Penilaian dan evaluasi










8
Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial dan kebudayaan nasional










9
Menunjukkan pribadi  yang dewasa dan teladan










10
Etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru










11
Bersikap inklusif, bertindak obyektif, serta tidak diskriminatif






V




12
Komunikasi dengan sesama guru, tenaga kependidikan, orang tua, peserta didik dan masyarakat




V






13
Penguasaan materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu




v






14
Meningkatkan keprofesionalan melalui tindakan yang reflektif





v





............, tanggal:.....................
Guru Ybs.
(.........................................)
Format: TNA02

Contoh hasil rekapitulasi instrumen TNA 01
FORMAT TRAINING NEEDS ASESSMENT
REKAPITULASI PENGUASAAN MATERI
UNTUK KEPALA SEKOLAH/PENGAWAS SEKOLAH

Nama Diklat             : Kompetensi Guru
Jumlah Sampel                    :  40
Lokasi                                 :  Papua Barat
Tanggal Penyebaran :  22 Juli 2010
No
Kompetensi Guru
Tingkat Penguasaan Materi (%)
Total
(%)
Rata2
(%)
0
10
20
30
40
50
60
70
80
90
100
1
Menguasai Karakteristik peserta didik



10
10

20




30x10+40x10+ 60x20/40
47.5
2
Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik












48
3
Pengembangan kurikulum












46
4
Kegiatan pembelajaran yang mendidik












64
5
Pengembangan potensi peserta didik












66
6
Komunikasi dengan peserta didik












68
7
Penilaian dan evaluasi












55
8
Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial dan kebudayaan nasional












70
9
Menunjukkan pribadi  yang dewasa dan teladan












65
10
Etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru












70
11
Bersikap inklusif, bertindak obyektif, serta tidak diskriminatif












72
12
Komunikasi dengan sesama guru, tenaga kependidikan, orang tua, peserta didik dan masyarakat












72
13
Penguasaan materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu












58
14
Meningkatkan keprofesionalan melalui tindakan yang reflektif












54

Total












TOTAL 14 SUB KOMP

Rata-Rata












NILAI TOTAL/14
................, tanggal: .......................
  Kep. Sek. / Pengawas Ybs.

 (..............................................)

Format: TNA 03

Contoh hasil pengisian format TNA 03
FORMAT REKAPITULASI TRAINING NEEDS ASESSMENT

Nama Diklat                   :
Jumlah Sampel              :
Lokasi                           :
Tanggal Direkap                        :

No

Kompetensi
Tingkat Penguasaan Rata-Rata (%)
Kategori Kebutuhan Diklat

Jumlah Peserta
1
Menguasai karakteristik peserta didik
36
MK
40
2
Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik
48
SK
40
3
Pengembangan kurikulum
46
SK
40
4
Kegiatan pembelajaran yang mendidik
64
SK
40
5
Pengembangan potensi peserta didik
66
SK
40
6
Komunikasi dengan peserta didik
68
SK
40
7
Penilaian dan evaluasi
72
SK
40
8
Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial dan kebudayaan nasional
72
SK
40
9
Menunjukkan pribadi  yang dewasa dan teladan
58
SK
40
10
Etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru
54
SK
40
11
Bersikap inklusif, bertindak obyektif, serta tidak diskriminatif
80
NK
40
12
Komunikasi dengan sesama guru, tenaga kependidikan, orang tua, peserta didik dan masyarakat
70
SK
40
13
Penguasaan materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu
70
SK
40
14
Meningkatkan keprofesionalan melalui tindakan yang reflektif
80
NK
40

............., tanggal:.............................

Kep. Sek. / Pengawas Ybs.



(....................................................)




1 komentar: